Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 15, 2020

Rasa Gemas

Rasa gemas ingin menulis akan tetapi malas untuk memberikan upaya maksimal dalam memenuhi target yang telah kubuat. Ini namanya dhobol. Tidak menghargai diri sendiri. Kukira itulah sebabnya, tidak ada penambahan artikel baru di blog ini. 

Menariknya rasa gemas ini mampu mendorongku untuk menulis. Sampai sejauh ini. Sepertinya aku jadi mood untuk mengetik huruf demi huruf menjadi kata, menjadi kalimat, menjadi paragraf. Aku tidak memperdulikan bagaimana tulisan ini akan dibaca, dimaknai oleh orang lain, yang jelas niatku adalah memperlancar laju pikiran ke dalam halaman tulis lalu menerbitkannya. 

Aku tak akan menyensor tulisan ini, aku biarkan sebagai bentuk katarsis dari emosi-emosi yang mungkin mengendap dalam diriku. Yang mungkin saja menjadi sebab hambatan kemajuanku dalam menulis. 

Apapun upayaku harus aku hargai. Setidaknya menerbitkannya. 

Aku cukup percaya bahwa semakin sering menulis semakin mudah menulis. Apapun bentuknya. 

Kembali ke rasa gemas. Tidak mudah menembus 500 kata. Dalam pikiran yang berkecamuk, melompat-lompat, disertai rasa khawatir, rasa takut, kata-kata tidak mau keluar dengan lancar. Rasa takut itu contohnya, rasa takut akan apa yang dipikirkan orang tentang tulisanku. 

Idealnya seperti panduan-panduan itu. Tetapi ini sedang masa-masa latihan untuk menulis lebih banyak. Jadi ya tidak apa-apa jika belum ideal. Lagian nanti pasti akan menemukan momentum dimana tulisanku akan lumayan ideal. Sing penting rajin nulis disik.

Memang sangat menggemaskan diriku masih hanya mampu menulis dengan tema yang seperti ini saja. Tulisanku hanya berupa kebingungan, keraguan, ketidakyakinan. Tapi jujur saja, itulah yang ada di pikiranku. Menuliskannya dan menerbitkannya sebagai upaya meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja pada waktunya. 

Rajin pangkal kaya. Begitu peribahasa berkata, maka dalam kaitannya dengan menulis, bila rajin menulis maka pangkalnya adalah kaya tulisan, yang bisa jadi kaya beneran (kalau tulisannya bagus dan bermanfaat bagi orang lain).
Sehingga patutlah aku mengapresiasi rasa gemasku ini, dengan memberikannya 500 kata. Biarlah kalau jelek kualitasnya. Yang penting rajin nulis. 

Aku merasa kehabisan ide. Apa yang sebaiknya kutulis? 

Mungkin karena tukang sensor dan edit di kepalaku sedang beraksi. Ya jadi agak macet. Di 300-an kata ini. Model menulis bebas memang ajaib. Model ini mampu mereduksi aksi dari tukang sensor dan edit waktu menulis. Bukan berarti dua tukang ini jahat tapi saat menulis konten ya perlulah mereka untuk istirahat dulu, tamasya dulu, atau nyanyi-nyanyi dulu. Baru saat mulai masuk proses editing atau revisi dua tukang ini masuk dan mengerjakan tugasnya, mereka sangat sempurna dalam proses itu. Ahlinya. Tulisan kita mungkin jadi enak dibaca, koheren, bermutu, bermanfaat, bahkan laris. Mengurangi komentar negatif pembaca terkait EYD. 

Nah, sudah saatnya aku mengumpulkan ide-ide, brainstorming. Gampang tapi kok susah ya. Kurang maksa. Melakukannya harus sedikit dipaksa. Paksa bikin ide, gitu. Sejumput kata atau kalimat yang bikin energi meningkat langsung catat. Biar gak lupa. Atau di self-talk kan. 

Waduh, ruwet ya prosesnya, sebenarnya gampang. Tinggal sering-sering aja beride, tulis, edit, terbit. Serbu diri ini dengan rajin menulis. Sama seperti orang yang latihan tenis, dengan serbuan bola dari mesin pelontar bola, awalnya orang akan kelabakan dan merasa sulit, tetapi lama-lama akan terbiasa asal tidak menyerah dan mengeluh. Itu saja. 

Jadi tetap menulis. Salam 500 kata. 
Itu saja tulisanku kali ini.


Rabu, April 29, 2020

Perluas Rencana, Tapi Fokus Harus

Aku sudah berniat untuk mengisi blog ini dengan artikel berjumlah minimal 500 kata. Maka serius adalah sumber terlaksananya tujuan itu. Seharusnya aku tidak aras-arasen menulis. Karena itulah niatku, kehendakku. 

Rasanya memang tidak mudah memenuhi tujuan ini. Apalagi diriku terlalu sibuk dengan rasa khawatir yang tidak jelas juntrungannya dan mengurangi energiku dalam mencipta karya. 

Oya.. asal tahu saja, aku menulis ini di aplikasi TextMaker yang aku akses dari perangkat Android TVBox T95Q jadi aku memakai keyboard fisik untuk mengetik. Lumayan, kegiatan menulis menjadi lebih cepat dengan layar yang besar dan 10 jari. 

Coba ya kalau menulis itu semudah browsing ebook-ebook yang dijual lewat Google Playstore. Ya, hanya browsing saja tidak membeli bisa menghabiskan waktu yang cukup banyak. Coba waktu yang sama untuk browsing dialihkan dalam menuangkan kata-kata untuk diterbitkan di blog ini. Sangat bermanfaat tentunya. Ooo ya... menelusuri ebook-ebook di toko buku online itu sebenarnya bermanfaat juga yaitu memberi inspirasi. 

Contoh saja inspirasi itu hadir dari ebook yang merupakan kumpulan dari penulis yang mengikuti program menulis selama 30 hari. Dan yang cukup mengejutkan ebooknya dari penulis yang masih berumur 11 tahun. Wow. keren kan. Hanya modal menulis 1 tulisan per hari, selama 30 hari dihimpun dan menjadi satu karya buku. Lantas, dimanakah letak inspirasinya? Ya, ini memicuku untuk melakukan hal yang sama. Menulis 1 tulisan per hari selama 30 hari, dengan tujuan utama menulis buku. Diterbitkan di Google Playstore, gratis. hahaha... 

Eits... Menulis 500 kata saja belum teratur per hari sudah mau bikin ide baru. Nyambi la yau. Sambil melaksanakan ide di blog ini dengan sedikit tambahan tema untuk sebuah buku, lalu lakukan selama 30 hari dan jadilah buku. Bukan rencana yang buruk kan?

OK... Boleh juga, apa tema dari buku itu? Tema yang muncul cepat dikepalaku adalah tema mindset atau pola pikir. Ya tema ini sebenarnya berat, tapi itulah yang muncul dikepalaku secara cepat kilat. Ya, aku sangat tahu bahwa aku tidak punya kapasitas dan kapabilitas untuk membahas ini. Tetapi tema ini benar-benar membuatku semangat. 

Lagipula tema ini nantinya bisa juga sebagai bentuk pengingat sekaligus sebagai bentuk penginstalan pola pikir yang mungkin saja baru ataupun sebagai upgrade dan update pada pola pikir yang sudah ada dalam diriku. 

Ya dengan strategi dan ketekunan serta pantang menyerah ide ini mungkin dapat aku capai. Yang penting aku menjalani apa yang sudah menjadi niat ini. Lagian kalau belum tercapai, niat ini akan menjadi hantu yang menghantuiku sepanjang hari dan menguras energi dan membuatku tidak bisa fokus. Jadi, aku harus fokus untuk menulis artikel-artikel bertema pola pikir entah bagaimana caranya aku harus bisa. 

Menulis ulang tulisan orang lain boleh juga sebagai salah satu strategi. Misalnya tulisan-tulisan di EzineArticles.com kita baca kita tulis ulang lalu terbitkan, tentu saja dengan sentuhan-sentuhan yang membuat hasil akhirnya tidak berkesan copas saja. Istilahnya topik sama tapi bahasa berbeda. 

Strategi lain adalah membuat daftar judul, minimal 30 judul. Biasanya aku semangat menulis berawal dari judul yang tiba-tiba muncul di kepalaku. Atau bisa juga dengan menggunakan keyword, kalau tema pola pikir, maka keywordnya bisa pengertian pola pikir, tujuan dari mindset, pola pikir penulis, tekun, install, percaya diri, dst.

Baiklah. Begitu rencananya. Manusia yang berencana tentu lebih dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi dari tidak berencana. Rencana mungkin saja tidak terlaksana, tetapi semua akan menjadi indah pada waktunya. 

Minggu, April 19, 2020

Rencana Untuk Rencana

Oke. Kita kembali kepada rencana yang aku posting kemarin. Menulis minimal 500 kata dan menerbitkan di blog ini.

Pada artikel lalu, aku tidak menyebutkan bahwa akan menulis dan menerbitkannya sehari satu artikel. Hanya saja wajib per postingan minimal 500 kata. Dan rasanya sungguh menarik, ternyata rencana itu menimbulkan rasa tidak enak jika aku tidak memperbarui blog ini. 

Jadi, aku pun memaksa diriku membuka aplikasi menulis di gawai Android favorit, Pure Writer. Dan mulai ada rasa lega, dorongan untuk update artikel sedikit berubah menjadi tulisan yang pastinya akan aku terbitkan. 

Yang penting 500 kata. Tidak harus setiap hari. Memang agak susah. Aku seperti tidak punya ide. Menariknya, aku punya ide untuk cari ebook di Bookmate tentang ide menulis blog. Hahaha.. Ini yang kusuka dari diriku, bagaimana ia sangat cepat dalam mencari referensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Take action pun sebenarnya bagus juga tapi kurang maksimal, kurang menunjukkan hasil.

Makanya, menulis 500 kata dan menerbitkannya ini menjadi sebuah upaya untuk memiliki dan menambah referensi dalam diriku sendiri bahwa aku mau bertindak, bergerak, tekun dan sabar dalam mencapai tujuan. Ketika nanti diriku mengajak dalam cita-cita baru tidak terlalu banyak resistensi. 

Saat ini, aku sedang mengikuti pelatihan online, tentang trik-trik bagaimana mengakali diri sendiri agar makin bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berdaya. Salah satunya ya soal mencapai target. Target yang belum pernah kita capai bisa kita capai dengan cara menetapkan target secara jelas dan harus membuat bawah sadar kita yakin atau cukup familiar dengan target baru itu.

Contoh menulis 500 kata, adalah hal yang cukup sulit bagiku. Tetapi sebenarnya tidak juga sulit karena aku pernah juga menulis lebih dari 500 kata. Makanya, hal ini mungkin, berbeda misalkan dengan target menulis buku, ini masih sebuah hal yang tidak mungkin aku capai. Maka aku pun harus mampu menikmati target 500 kata ini. Dan nantinya jika target menulis buku supaya tidak terlalu resisten, triknya yaitu menulis buku sama dengan kumpulan tulisan-tulisan yang biasanya minimal 500 kata. 

Nah, apakah artikelku bermanfaat atau tidak bagi pembaca semua itu aku serahkan pada pembaca. Yang penting adalah niatku adalah memberi manfaat lewat tulisan dan berusaha memberikan informasi yang benar dan bermanfaat. 

Perkara bagus atau jelek juga untuk saat ini tidak aku pikirkan. Karena hal ini cukup menghambat kelancaranku dalam menulis. Jadi, bisa dibilang aku menggunakan teknik freewriting atau menulis bebas. Dengan begitu aku pun cukup bebas dan tidak was-was dalam memposting tulisan. Rasa was-was atau khawatir terkait blogging ini pun selalu sukses membuat blog ini atau blogku yang lain kosong tulisan baru. Itulah pada tulisan berjudul berencana kemarin itu aku tegaskan soal berani.

Entah, apa yang akan terjadi jika aku terus menulis minimal 500 kata, apalagi setiap hari di blog ini, ditambah pula dengan penggunaan kata kunci atau keyword yang sedang viral, apalagi setelah memposting memakai judul yang menarik langsung aku bagikan ke Facebook. Mungkin visitor 20 per hari itu akan terwujud lebih cepat. 

Sekarang, sudah saatnya bergembira menikmati satu kali lagi keberhasilan memenuhi target menulis minimal 500 kata. 

Mengulang kata atau kalimat yang sama bukanlah sesuatu yang buruk, Pak Hernowo saja melakukannya dalam bukunya yang laris itu. Jujur saja, awal-awal sangat menjengkelkan bagiku, tetapi itulah kehidupan: memiliki esensi pengulangan.

Demikian.

Sabtu, April 18, 2020

Berencana

Aku berencana membuat tulisan sebanyak 500 kata lalu menerbitkannya di blog Samid Nawa Online. Nah, aku cukup bingung topik apa yang perlu di tulis. Barangkali saja dengan memilih fokus suatu topik akan mengantarku pada tercapainya target jumlah kata itu. 

Namun, di blog ini aku terlalu sering menulis tulisan yang pendek-pendek, 100 kata saja jarang sampai. Mengenaskan. Dan seperti hantu menakutkan yang akan menggagalkan rencanaku tersebut. Selain dari rasa takut itu sendiri. 

Ya, aku putuskan untuk membuat judul 'berencana' lalu menulis kata-kata sampai tembus 500 kata. Untuk saat ini tanpa memperdulikan topik artikel yang bermanfaat bagi pembaca. Untuk saat ini, usaha mencapai 500 kata itu cukup melegakan dan menambah semangat berkarya dalam bentuk tulisan. 

Sangat penting membiasakan memenuhi target. Terlebih ia akan menjadi semacam pondasi yang kokoh bagi diriku saat dihadapkan pada target yang banyak dan lebih besar lagi. Target menulis 500 kata tidak boleh kurang, kalau lebih ya bagus banget dan diterbitkan di blog ini, akan menggeser kebiasaan menulis pendek-pendek tak bermutu (meski asyik kalau aku yang baca sendiri).

Apakah aku bisa melakukannya? Entahlah. Sampai sini saja sudah sampai seratus delapan puluh kata.

Masih harus menulis 320 kata lagi. Aku yakin aku pasti bisa. Lagian aku pernah menang lomba review menulis buku. Hahaha... Pamer sedikitlah. Siapa tahu dapat memberi asupan semangat menulis yang lebih banyak dan berbobot, bermanfaat dan viral. Itu rencanaku. 

Viral sama dengan menyebar. Tulisan yang tersebar luas, hmmm rasanya gimana ya? Menyenangkankah? Aku kira iya, apalagi di awal-awal, dan artikelnya masih sedikit. Lihat artikelku di blog lain yang bisa mencapai 80 ribu view saja udah senang. Blog yang dikunjungi per hari 100 visitor saja udah bahagia. Jadi, intinya sih rajin menulis saja tiap hari. Sesuai kaidah SEO, 500 kata. Pemirsa dari Google, alami.

Waduh, 500 kata itu banyak juga ya, pegal rasanya ngetik di smartphone pakai keyboard virtual, namun target 500 kata tetap harus terwujud untuk kali ini. Aku pastikan ada perubahan dalam blog ini. 

Apa perubahan dari blog ini yang ingin aku tuju? 
1. Jumlah artikel yang makin banyak dan masing-masing minimal 500 kata.
2. Ada visitor selain diriku. Tembus 20 viewer per hari cukup membuatku senang.
3. Untuk saat ini, kualitas sedikit aku abaikan yang penting niatnya menulis artikel berkualitas atau bermanfaat.

Sekarang bagaimana aku dapat memenuhi semua tujuan itu? Menulislah dan terbitkan, gitu aja kok repot. Kan banyak pemantik menulis atau writing prompt yang tersebar di internet, gunakan saja itu sebagai panduan dan jangan menyerah kalau otak terasa berat untuk menulisnya. 

Nah seratus kata lagi. 

Strategi yang bagaimana yang dapat membuatku konsisten menulis? Banyak strategi. Salah satunya adalah menjadi berani. Berani menulis menyampaikan argumen, informasi, dan cerita yang aku anggap akan bermanfaat bagi diriku dan pembaca. Berani untuk melakukan kesalahan, berani dikritik. Pokoknya lakukan kerja menulis ini. 

Strategi lainnya adalah bertanya. Bertanya sebanyak mungkin dan sevariatif mungkin. Hal ini akan memicu otak mencari jawaban. Dan jawaban itu kadang-kadang butuh untuk dibagikan, diungkapkan agar tidak memenuhi otak dan juga membuat kita mudah mencarinya lagi. Dan membuat kita makin pintar. 

Strategi lain adalah mungkinkah dapat duit dari menulis. 

Ah sudah mencapai 500 kata. Bahkan lebih. Semangat.

Kamis, April 16, 2020

Blog Lebih Baik Lagi

Aku mengakui bahwa blog ini seperti tidak memiliki tujuan yang jelas mau dibawa kemana. Blog ini hanya berisikan tulisan-tulisan pendek yang tidak bermutu, tidak kreatif. 

Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana blog ini menjadi lebih baik lagi? Bagaimana merubah blog ini senilai 5 juta rupiah atau lebih besar lagi?

Kuncinya, rajin menulis setiap hari.

Rabu, Desember 18, 2019

Yang Penting Nulis Terbitkan

Aku merasa sulit menulis dan menerbitkannya. Tetapi sangat jelas bahwa hanya dengan kedua hal itu artikel atau buku dapat dipajang dan dibaca oleh orang lain.

Karena tulisan dibaca oleh orang lain maka akan ada umpan balik yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan kuantitas tulisanku. 

Jelasnya, peluang lebih besar muncul ketika kita tampil. 

Eksis gitu loh.  

Jumat, November 15, 2019

Menulis Berangkat Dari Resah dan Gairah

Itu barangkali yang menjadi sumber tulisan-tulisan saya, resah dan gairah. Meskipun jarang diterbitkan.

Saat resah, saya merasa kacau dalam perasaan atau pikiran. Membicarakannya dengan orang lain (curhat) cukup membantu. Menuliskannya juga membantu mengurainya, memberi pencerahan dan arah.

Saat bergairah, tentu perasaan dan pikiran seolah mengalir lancar. Menuliskannya akan melipatgandakannya. Pada saat nanti membacanya, gairah ini akan hidup kembali, membuat saya semangat kembali dikala membacanya saat saya sedang resah.

Minggu, Juni 02, 2019

Berhenti Menulis

Aku pikir cukup lama atau terlalu lama blog ini tidak terurus lagi.

Ada banyak perubahan dalam teknologi blog. Misalnya saja yang diistilahkan AMP. Blog dengan fitur ini lebih akrab dengan Google.

Mengapa aku jadi tidak bersemangat mengisi blog ini?

Aku merasa tulisanku hanya itu-itu saja. Tidak bermanfaat. Kata-katanya miskin kosa kata, sehingga mungkin saja oleh Google dianggap spam.

Bisa juga karena tidak ada rasa bangga dalam diriku akan tulisanku. Aku pun jarang mempromosikan blog ini di sosial media.

Atau terlalu goblok diriku ini.

Entahlah. Yang penting aku tidak berusaha untuk berhenti menulis.

Sabtu, April 28, 2018

Ketik

Ketik saja semua pikiran yang berkelana ke sana kemari dalam lembar kertas digital. Menggunakan kertas dan pena juga boleh.

Alirkan gambar dalam pikiran dalam bentuk huruf-huruf berantai mewakilinya.

Jangan ragu untuk menuliskan semuanya, bebas saja. Biarkan saluran kata-kata lancar dan hal ini pun akan merontokkan sumbatan yang mungkin ada untuk menghalangi aliran kata.

Sempatkan untuk menerbitkannya, siapa tahu orang akan baca dan mereka memberikan feedback yang akan menambah semangat menulis.

Sekian

Senin, Maret 19, 2018

Harapanku

Di awal apa yang aku harapkan terwujud belum juga ada wujud. Tidak apa-apa.

Tapi, aku tidak terima. Sungguh aku tidak rela harapanku hanya teronggok berdebu di sudut gudang penyimpanan.

Harapanku haruslah bersinar, menerangi wajahku yang tampan. Hmm... maaf aku tidak sadar sedang bercanda.

Jumat, Maret 09, 2018

Membayang Cerita

Aku sedang membayangkan sebuah cerita yang menarik. Tapi bayangan cerita ini hanya gelap saja. Sulit sekali memunculkan satu karakter yang biasanya harus ada dalam setiap cerita.

Ataupun membayangkan adegan demi adegan yang akan membangun cerita pemicu emosi yang dinamis.

Aku tidak tahu bagaimana mengolah kata-kata membentuk kalimat-kalimat, paragraf-paragraft, bab-bab yang menjadi cerita.

Kesulitan ini apakah karena aku tidak punya ide? Atau karena aku tidak punya bakat bercerita, mengingat aku memang jarang bercerita lewat lisan?

Kadang-kadang aku berpikir untuk menyerah saja. Tutup semua harapan untuk menulis fiksi berjuta-juta kata. Namun, dalam diriku langsung muncul protes, tidak terima jika menyerah.

Suara protes ini mengatakan bahwa diriku belumlah banyak berusaha. Belum banyak memaksimalkan anjuran pemantik menulis. Terlalu banyak asyik masuk pada imajinasi nonfiksi. Terlalu takut berekspresi. Tidak punya pengalaman sosial yang luas dan mendalam.

Dan semua itu, kelemahan-kelemahan itu dapat dikurangi dan diatasi, begitu suara protes menasihati. Dan disaat yang sama hendaknya diriku tetap menulis.

Yah, bukan ide yang buruk?

Senin, Desember 04, 2017

Bagaimana Menulis Artikel Seperti Cerpen.co.id?

Saya pernah mengetik kata kunci di Google "cerpen". Harapan saya dapat mengetahui situs-situs penyedia cerpen-cerpen. Yang muncul salah satunya situs Cerpen.co.id, dan hasilnya sungguh mengecewakan (situsnya tidak berisi cerpen-cerpen).

Tampilan Laman Cerpen.co.id yang kuning dan putih.
Namun, saya pun tidak mampu beranjak dari situs yang menyediakan konten yang unik ini, dengan judul yang panjang lebar kali tinggi penuh inti, dan emoticon-emoticon dari aplikasi LINE pada gambar-gambar pendukung artikel, situs ini memang sangat menarik perhatian. Saya merasa terbius dengan keantikan penyampaian informasi di situs ini.

Saya pun sangat tertarik dan bertanya-tanya bagaimana sih cara membuat situs atau tepatnya menulis artikel-artikel yang seperti Cerpen.co.id?

Dengan ilmu otak-atik-gatuk maka dapat saya kemukakan di sini beberapa tahapan yang bisa dilakukan bertahap atau paralel oleh siapa pun yang berminat berkreasi artikel yang memiliki kualitas seperti situs itu. Namun sebelum itu mari kita lihat dulu :

Kualitas Situs Cerpen.co.id di Mata Alexa

Ranking Alexa-nya tinggi banget ya!
Ranking Alexa untuk di Indonesia adalah 19 dan global adalah 601, sangat bagus sekali, bukan? Sangat populer. Nitezen Indonesia sangat menyukai cerita-cerita unik di website ini.

Rata-rata waktu membaca pengunjung nongkrong di situs ini adalah 5 menit lebih. Semakin lama semakin bagus, artinya visitor sangat terkesan dengan artikel-artikelnya.


Sekarang, mari kita lihat poin-poin penting dalam penulisan artikel yang seperti Cerpen.co.id.

1. Judul Panjang dan Berinti, Serta Mampu Menimbulkan Rasa Penasaran

judul panjang berinti
Perhatikan screenshot di atas dalam judul dalam kotak merah. Ini ciri khas Cerpen.co.id, judulnya panjang terdapat tanda petik, dan tanda seru, serta membangkitkan rasa penasaran. Bagi Anda kaum perempuan, rasa ingin mengklik judul di atas pasti tinggi. 

Oya, jangan lupa judulnya seringkali memiliki inti artikel yang akan dibahas. Kira-kira struktur judul seperti berikut ini :
  • Kata adjektiva picu emosi seperti kata-kata wow, hebat, seram, ngeri, dll
  • Tanda seru, tanda tanya, tanda petik.
  • Judulnya terdapat tokoh, seperti "artis ini", "perempuan hebat", "para suami..", "bayi ini..",dll
  • Hubungan sebab-kibat, kalau kita perhatikan judul di situs info unik ini selalu menyertakan suatu sebab dan juga akibat dalam satu judul dengan 'menyensornya' agar mengundang rasa ingin tahu. Hubungan sebab-akibat bisa saja netral, lucu, manfaat atau merugikan. contoh: "kalau melakukan ini...", "Kamu akan..", dan semacamnya.
  • Meletakkan kata-kata yang menunjukkan respon warga internet, seperti "bikin netizen acungin jempol!", "jutaan nitezen memberi pujian!", dll

2. Kombinasikan Tulisan dengan Gambar Secara Pas

Semua artikel di sana juga selalu dilengkapi dengan gambar yang mendukung dan sesuai. Dan juga ditambahkan emoticon-emoticon yang membawa suasana jadi emosional dalam gambar.

3. Gunakan Kata-kata yang Memicu Emosi, Imajinasi dan Hikmah

Screenshot Artikel tentang Gadis kecil yang menasihati Pengemis

Screenshot artikel yang menceritakan Seorang Wanita yang dilamar dengan Cara Unik, Melibatkan Kucing.
Bagaimana perasaan Anda ketika membaca kata-kata di screenshot di atas? Menarik sekali kan. Jago bangetkan mereka dalam meramu kata-kata yang membius yang menggerakkan kita untuk turut membagi cerita-ceritanya.

4. Berjiwa Muda, Semangat, Antusias, dan Kreatif


Ini adalah screenshot dari laman penawaran kerja di Cerpen.co.id. Nampak jelas mengapa situs mereka wuih banget!.

5. Lancar Bahasa Asing, minimal Bahasa Inggris

Syarat Bahasa Inggris Tulis dan Lisan
Tujuan akan hal ini ialah untuk mengkreasi artikel yang maknyus dan belum banyak ditulis oleh situs-situs di Indonesia.

Jika kita tidak lancar bahasa asing, maka Google Translate sangatlah membantu, awalnya lambat, namun jika rajin pasti makin lancar dan cepat.

6. Suka Membaca Suka Menulis

Cerita di Cerpen.co.id bersumber dari situs lain
Dari persyaratan pada screenshot poin 5 kita bisa melihat bahwa persyaratan lancar bahasa Indonesia dan Inggris baik lisan maupun tulisan menyiratkan penulisnya wajib rajin membaca. 

Nampak pula di beberapa artikel selalu disebutkan sumber artikel seperti screenshot di atas, yang menunjukkan artikel ditulis berdasarkan artikel dari situs lain. 

Sehingga menulis ulang adalah kemampuan yang wajib untuk dapat menulis artikel yang seperti cerpen.co.id.

Oya, menulis artikel dengan menulis ulang artikel orang lain bukanlah suatu bentuk plagiat. Lihat saja misalnya situs-situs berita besar seperti Detik.com, Republika, dll yang dalam beritanya ada kata Dilansir dari bla-bla-bla

Caranya agar tidak dianggap plagiat adalah hasil tulisan kita lolos aplikasi online penguji plagiat.

Ya, Begitulah kira-kira caranya. 

Apakah Anda tertarik menulis artikel yang unik dan dibaca jutaan netizen?

Demikian

Semoga bermanfaat.

PENTING : 
Saya menulis tentang situs ini adalah sebagai bentuk rasa penasaran saja. Saya sama sekali tidak punya hubungan dengan pihak Cerpen.co.id dalam bentuk apapun.

Sabtu, Desember 02, 2017

Rasa Hujan - Puisi #2

Rasa Hujan 

oleh Samid Nawa aka Dimas Setiawan



Aku tahu tidak bisa 
menulis kata indah
mempesona rasa
tapi aku memulai
untuk menikmati 
segala rasa, rasa 
yang coba dikabarkan 
hujan.

Hujan adalah rasa dingin
Ingat akan masa lalu
Masa lalu berbagai rasa
kadang enak
kadang pahit
itu pasti berlalu.

Hujan adalah harapan
Melihat karunia Tuhan
Turun membasahi bumi,
segala yang hidup senang

Hujan berasa pahit
lebih pahit dari
secangkir kopi tanpa gula
Lebih pahit dari
jamu atau obat.

Hujan berasa asin
seperti ibuku masak
kadang keasinan
yang pada makan pun
agak ngomel.

Hujan memantik rasa.
rasa-rasa pada manusia.
aku rasa menikmati hujan
ialah saat menikmati kemarau,
kangen.

Purworejo, 30 November 2017

Jumat, Desember 01, 2017

Menulis Secukupnya Saja

freelancerkenya.com
Dari pengelanaan ke artikel-artikel yang membahas bagaimana cara menulis artikel cepat. Saya menemukan satu kalimat yang cukup memotivasi saya untuk makin rajin menulis. Kata-kata ini dari seorang penulis lepas online, Ruth Barringham.
... You have to remember that good enough is good enough.
Kira-kira artinya "... Anda harus selalu ingat bahwa cukup bagus adalah cukup bagus".

Maksudnya adalah ketika kita menulis artikel terutama untuk bacaan di internet tidak perlu bertele-tele, tidak perlu sempurna dengan bahasa yang mendayu-dayu layaknya sastra. Cukup menulis artikel yang berisi informasi yang pembaca butuhkan adalah sudah keren.

Nah, kalimat itu betul-betul wow bagi saya. Saya jadi punya semacam pola pikir yang lebih bagus lagi bahwa artikel di internet tak harus ditulis dengan bahasa yang berstandar koran atau buku. Asalkan, informasi yang kita sampaikan (menurut pembaca) dapat menginspirasi dan membantu mereka, dengan bukti kunjungan bertambah atau komentar yang positif dan juga negatif serta permintaan kelanjutan dari topik yang kita bahas.

Kalimat itu juga sejalan dengan prinsip atau motto menulis saya yaitu tulis sedikit lalu terbitkan.

Demikian.

Minggu, November 26, 2017

Menciptakan Kostumer atau Pelanggan Berawal Dari Antusias Dan Keyakinan Pada Produk

Apakah Anda suka mencoba software-software baru baik itu di komputer atau di gawai genggam? Saya sangat suka. Saya sering kehilangan waktu yang banyak gara-gara hal ini.

Satu kategori atau fungsi softwarenya bisa berasal dari lebih dari 10 developer. Contoh : aplikasi untuk membuka file PDF, ada Adobe Reader, Foxit PDF Reader, SumatraPDF, dst. Kadang-kadang saya heran, kenapa ada saja yang software baru dengan fungsi yang sama, bahkan sering kemampuannya tidak sebagus dari yang sudah ada.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas yang berkaitan dengan pelanggan?

Setiap aplikasi ternyata memiliki pelanggannya masing-masing. Mulai dari pengguna biasa yang tidak mengerti ilmu pemrograman sampai programmer.



Mereka antusias. Dan punya keyakinan dan visi bahwa aplikasi mereka dapat berkembang dan digunakan oleh banyak orang.

Hal sama terjadi dipelbagai bidang lain.

Contoh saja, blog tentang blogging, meskipun sudah ada Sugeng.id, Panduanim.com, tetap saja akan bermunculan blog-blog baru yang akan membahas tentang topik itu, dan setiap blog memiliki pelanggannya masing-masing.

Apa yang dapat kita pelajari?

Yakin saja terhadap jasa atau produk yang kita tawarkan baik itu sifatnya gratis atau berbayar. Siapa pelanggan kita dan bagaimana mereka datang menyambut tawaran-tawaran kita, tergantung pada bagaimana kita mampu menyentuh sisi emosi yang mereka butuhkan. Hal ini karena manusia sangat suka membuat komunitas, kelompok, geng, grup, atau organisasi yang memiliki tujuan, rasa sakit, senasib, dan usaha yang sama.

demikian

Sabtu, November 25, 2017

Cara Menulis Artikel Cepat

Penasaran, bagaimana cara menulis cepat? Saya pun cari-cari artikel-artikel yang menjawab pertanyaan ini.

Saya menulis satu artikel bisa mencapai 2 jam dengan hitungan kata sejumlah 300 kata. Sontoloyo banget, kan? Buang-buang waktu.

Nah, temuan dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :


1. Tentukan topik

2. Riset sebentar saja dengan tangkapan poin yang baik

3. Buat Kerangka Karangan dengan Teknik Klasih 5W + 1H

4. Tulis artikel berdasarkan poin 3 tanpa banyak berpikir, edit dan riset

5. Baca ulang dan edit.

Hal penting dari 5 tahapan ini, saat menulis (poin 4) jangan melakukan riset dan mengedit.

Menulis artikel yang cepat butuh latihan yang banyak dan teratur.

Setidaknya mulai dengan teratur menulis artikel.

Demikian.

Kamis, November 23, 2017

Bagaimana Menulis Lebih Banyak? Sebuah Pemantik Menulis

Ini pertanyaan klasik bagi diri saya. Selalu otomatis muncul di kepala.

Orang lain, barangkali lebih keren dan bervariasi pertanyaannya, seperti bagaimana mendapat uang lebih banyak? bagaimana dapat beli rumah baru? Bagaimana dapat beasiswa sekolah ke Eropa? Bagaimana impor barang dari Tiongkok? dll. Pokoknya, mantap.

Bandingkan dengan pertanyaan pada judul di atas, keren yang mana?

Ya, inilah yang ada, mau bagaimana lagi. Makanya, pertanyaan "bagaimana menulis lebih banyak?" saya jadikan judul saja. Dan mengeksplorasinya sebagai writing prompt atau pemantik menulis.

pemantik menulis, bagaimana menulis lebih banyak?


Writing Prompt Bagusnya Diterjemahkan sebagai Pemantik Menulis atau Pemantik saja


Oya, sebelum lebih jauh menulis jawaban dari pertanyaan di atas, saya ingin menjelaskan bahwa writing prompt nampak keren jika diterjemahkan dengan istilah pemantik menulis atau pemantik. Lebih mantap daripada bila diterjemahkan sebagai saran menulis, alasannya karena kata saran menandakan sesuatu yang panjang dalam penjelasan, semacam nasihat baik lisan atau tulisan, dan sering disandingkan dengan kritik.

Sedangkan pemantik, yang artinya hal-hal yang dapat memicu api, seperti korek api. Sangat cocok, karena ya terkesan kilat, pendek, dan cepat. Cocok dengan istilah prompt dalam bahasa inggris yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis, yang biasanya terdiri dari kata-kata yang pendek saja, paling panjang ya satu paragraf, dan sering berupa pertanyaan. Ada pula yang berupa pertanyaan untuk anak SD, misalnya "Aku bahagia saat ini karena .....".

Mohon bantuan untuk mempopulerkan kata pemantik dalam kegiatan tulis-menulis sebagai terjemahan dari writing prompts.

Bagaimana Menulis Lebih Banyak?


Caranya ya menulis lebih banyak. Luangkan waktu WAJIB minimal 10 menit, menuliskan apa yang kita ketahui atau kita rasakan secara bebas saja, atau disebut freewriting. 

Cari pemantik menulis yang tersebar di internet atau hal-hal yang mengundang penasaran, ketertarikan, pertanyaan, keresahan, dan kegairahan dalam diri kita atau dari apa yang kita lihat dan alami.

Umumkan pada khalayak umum bahwa kita akan menulis satu hari satu tulisan dengan jumlah kata sekian. Silakan ketik di google "Extreme Writer", Anda akan disuguhkan video TED berjudul How I Become an Extreme Writer, pematerinya menjelaskan bahwa ia membuat tantangan untuk dirinya sendiri menulis satu cerita selama satu tahun. Sangat menginspirasi. 

Gunakan metode project-based learning. Metode mengajar yang meyakini bahwa murid-murid lebih mampu memahami lebih dalam pengetahuan-pengetahuan dengan cara menjadi aktif mengekloprasi masalah-masalah dan tantangan di dunia nyata. Dalam penerapan untuk diri pribadi, kita bisa menentukan sendiri atau bersama teman membuat proyek kegiatan menulis, dalam jangka waktu 1 bulan, 2 bulan, dst. Misalnya untuk mengasah kemampuan dan pemahaman menulis artikel feature dan jangka waktu yang ditentukan adalah 3 bulan dan portofolionya berupa tulisan yang di terbitkan di kompasiana, blog pribadi, atau dapat juga dijadikan buku. 

Mengajak teman untuk saling mengingatkan dalam kegiatan menulis. 

Membaca, tentu saja. 

Cari foto-foto yang indah-indah atau sesuai selera. Dan tuliskan cerita dari foto-foto itu.

Tulis puisi. Prinsip puisi bagi saya adalah kalimat-kalimat pendek yang disusun seperti puisi. Pengertian ini memudahkan saya untuk menulis puisi (meskipun puisi-puisi saya baru sedikit).

Nah, begitu dulu semoga bermanfaat.

Rabu, November 15, 2017

Masukkan Kata-kata Picu Imajinasi

Membaca tulisan sendiri rasanya memang seperti membaca tulisan orang lain. Aliran kata-kata, kalimat per kalimat, paragraf satu ke paragraf berikutnya lumayanlah.

Hari ini, aku merasakan ada yang kurang dari tulisan-tulisanku, yaitu kurang memicu imajinasi atau gambar di pikiran. Hal ini bisa dimaklumi karena tulisanku bukan tipe cerita. Dan juga karena tema dan cara penyampaian yang tidak kuat.

Bagaimana dapat meningkatkan penggunaan kata-kata yang memicu imajinasi?

Menulis deskripsi yang mengandung kata-kata yang berkaitan dengan penginderaan seperti melihat, memandang, dll (mata, visual). Sentuh, raba, jilat, gosok, dst (indera peraba). dengar, gelegar, gemuruh, gemericik, nguping, dll (indera pendengaran). Harum, wangi, bau, busuk, dll (indera penciuman). Manis, asin, kecut, dst (indera pencecap).

Menggunakan Lebih banyak contoh.

Gunakan Metafora yang tepat.

Sabtu, November 11, 2017

Yang Penting Menulis Draft Pertama

Draft adalah tulisan yang sudah selesai ditulis namun belum siap terbit karena perlu revisi dan pengeditan. Seorang penulis selalu memiliki draft yang jelek, dan setiap karya-karya tulis yang fonomenal dan best-seller selalu melalui draft pertama yang jelek. Begitu sih katanya.

Seorang penulis bisa saja membuat beberapa draft sebelum akhirnya mencapai draft akhir yang siap diterbitkan. Bentuk tulisan apapun itu baik buku, artikel, puisi, dll.

Mungkin kalau menulis untuk blog pribadi yang sekadar buat melepas suntuknya pikiran, boleh-boleh saja sih habis selesai langsung terbitkan.

Cara termudah menulis buku adalah menulis draft pertama yang selalu bisa dibilang jelek. Mungkin tidak jelek secara konsep namun bisa juga banyak kalimat ambigu, tidak koheren antar kalimat atau paragraf, kata-katanya dapat mengundang kontroversi, celah dalam plot cerita sehingga tidak logi, kurang data, dll.


Sabtu, Juni 23, 2012

5 Cara Menemukan Ide Menulis

Bagaimana cara menemukan ide untuk menulis?

Pertama, mengumumkan kepada orang-orang yang kita kenal atau tidak kita kenal bahwa kita akan setiap hari menulis di blog, di facebook, dsb.

Kedua, menggunakan seluruh indera untuk menangkap sebanyak mungkin hal-hal menarik yang kita lalui dan jalani hari ini. Berilah tugas pada pikiran kita yang kreatif untuk menemukan ide menulis.

Ketiga, telusuri masa lalu kita dan temukan ide-ide darinya.

Keempat, melompat jauh ke masa depan. kita bisa mendapat ide darinya juga.

Kelima, membaca itu menyenangkan lho, ia dengan mudah membantu menghadirkan ide menulis....

dan seterus-seterusnya.... hehehe

tulisan iseng