Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 18, 2018

Bulan Puasa

Selamat berpuasa.

Dari sekian iklan televisi yang bertemakan bulan puasa yang paling menarik adalah iklan yang modelnya penyanyi Raisa.

Iklannya sendiri tidak berkaitan langsung dengan bulan mulia ini. Namun, diakhir iklan, Raisa mengucapkan Selamat berpuasa yang entah mengapa sangat saya sukai.

Sampai sampai, saya membuat status Facebook mengutip yang disampaikan Raisa dalam iklan itu.

Sabtu, April 28, 2018

Batu

Batu adalah ciptaan Tuhan. Semua orang juga tahu. Benda keras solid yang banyak sekali manfaatnya. Hmmm.. Kau benar. Apa saja manfaat dari batu? Batu dapat digunakan untuk membuat rumah, biasanya sebagai pondasi. Untuk jalan.

Untuk peluru ketapel. Untuk senjata lewat tangan kosong dengan melemparkannya keras-keras ke target atau dengan ketapel atau pelontar.

Batu juga bermanfaat untuk bahan membuat perkakas masak dan perabotan rumah tangga. Para seniman memahatnya menjadi patung. Batu akik sebagai perhiasan.

Sekian

Senin, Maret 19, 2018

Harapanku

Di awal apa yang aku harapkan terwujud belum juga ada wujud. Tidak apa-apa.

Tapi, aku tidak terima. Sungguh aku tidak rela harapanku hanya teronggok berdebu di sudut gudang penyimpanan.

Harapanku haruslah bersinar, menerangi wajahku yang tampan. Hmm... maaf aku tidak sadar sedang bercanda.

Kamis, Februari 08, 2018

Harapan Blog

Hanya ada satu mulut. Dan ada dua telinga, gunakan dengan baik.

Begitulah kata orang.

Hmm.. Mengapa aku menulis ini ya? Entahlah. Sepertinya, aku hanya ingin mencoba menambah tulisan di blog ini. Dan yang muncul di kepala adalah kalimat awal di atas.

Jadi, aku terima saja.

Aku sih ingin menulis yang agak matang dan dapat mencerminkan orang yang pintar dan berpengalaman, tapi apa mau dikata itulah kebisaanku.

Aku juga bisa menulisnya dan tidak menerbitkannya. Tapi, aku mau mendorong diriku sendiri memenuhi harapan yaitu membuat blog yang isinya banyak dan pembacanya juga.

Demikian.

Terima kasih.

Minggu, Desember 03, 2017

Televisi Penyiar Masa Lalu

Keren banget ya, kalau
ilmuwan kelas berat mampu 
menemukan bagaimana cara menangkap 
gelombang masa lalu?

Gelombang kejadian saat 
Musa AS menebas lautan.
Saat Muhammad SAW berperang
Di perang Badar, Uhud

Mantap sekali.

Tapi, apakah mungkin?

Rabu, November 22, 2017

Sambal Terasi Enak Kalau Terasinya Tidak Kebanyakan

Sekarang, saya sering antisipasi apakah sayuran yang pedas atau sambal mengandung terasi atau tidak. Menganalisanya pun mudah yaitu dari baunya yang khas. Kalau ada, saya akan menolak untuk makan. Jika tidak ya saya akan makan.

Saya dulu tidak memusingkan perkara ada terasinya atau tidak. Makan ya makan saja. Hal ini terjadi semenjak adik saya suka dengan terasi dan sering masak sayur ditambah terasi. Ceritanya, Makde memasak sayuran pedas, adik saya kebetulan berkunjung di rumah Makde. Di saat merasakan nikmatnya sayuran itu adik saya bertanya kira-kira begini :

Adik : "Makde, ini sayurnya enak? Gimana cara membuatnya?".

Makde : "Ya, biasa saja. Kamu sendiri kan tahu (adik saya ini jago masak). Tapi, biar tambah jos rasanya ditambah terasi."

Adik : "Ooo gitu, jadi ditambah terasi. Kalau gitu, besok-besok, aku masak ditambah terasi."

Makde : "Bagus itu."

Sejak hari itulah adik saya kalau masak sayur pedas selalu ditambah terasi bila tersedia.

Awalnya, saya tidak menyadari, kalau ada terasi. Yang saya ingat masakannya mulai dari terong pedas, sayur telur goreng kuah pedas, sayur jipang pedas, dan lain-lain. Rasanya sangat enak. Bisa dibilang 90 % masakannya selalu enak.

Soal terasi ini, sekali lagi, belum menjadi bahan omelan saya. Bahkan saya pernah beli terasi dengan tujuan sebagain bahan campuran pada nasi untuk memberi makan kucing. Dan itu tidak berhasil dengan baik, kucing saya tidak suka. hehe...

Kembali ke sayuran adik saya, jadi setelah hari ke hari mungkin bulan ke bulan saya menikmati tanpa menyadari perubahan dalam respon saya terhadap terasi. Sampai hari di mana, saya mulai merasakan bau yang enek di perut saat menyantap sayuran-sayuran khas terasi ini. Batin saya mengatakan "Enak rasanya, tapi kok jadi mual begini ya perut saya.". Akhirnya, saya menemukan plastik bungkus terasi.

Aku pun bertanya, "Hei, Dik, ini sayurnya kamu kasih terasi ya."

"Iya," jawab adik saya.

Aku pun diam saja, sambil manggut-manggut. Dan tidak protes, tidak ngomel juga, pasalnya saya tidak terlalu pandai dalam hal ini. Lagipula adik saya ini kalau digalaki dia malah tambah galak.

****

wikipedia.org

Mengapa terasi menjadi tidak menyenangkan bagi saya?

Karena, adik saya kemungkinan besar menambahkan terasi pada olahan, satu batang terasi yang ukuran kecil, terlalu banyak. Hal itu merubah asosiasi saya terhadap terasi dari hal yang biasa jadi tidak baik, yang saya rasakan menjadi bau yang menyengatkan, enek diperut.

Ini pun telah terkonfirmasi oleh Makde, "Mungkin adikmu terlalu banyak nyampur terasinya."

Ditambah, kata-kata Om, "Ya sambal terasi itu enak, kalau takaran terasinya pas, kalau kebanyakan ya tidak enak."

Demikian.

Intermezo itu Selingan

Intermezo adalah kata yang menarik hati saya, jatuh cinta saya pada kata ini. Dan saya pun penasaran apa sih arti dari intermezo. Sebelumnya, mencari artinya di Google, saya mereka-reka arti dari intermezo yang mungkin saja berkait dengan keisengan, atau dapat juga semacam hal santai.

Setelah saya temukan artinya di situs persamaankata.com arti reka-reka saya itu menyerempet sedikit. Lumayan.

Intermezo bersinonim dengan kata hiburan, variasi, selingan, dan selipan.

Kata ini juga mengingatkan saya dengan Bapak Hipnosis Indonesia bernama Yan Nurindra. Soalnya beliau sering menulis dengan hastag #intermezo, yang kontennya menggugah dan asyik.

Jadi, intermezo adalah selingan dari hal utama. Kira-kira hal utama apa yang dibahas dari blog ini?

intermezo itu selingan, hiburan, atau variasi
sumber : persamaankata.com





Senin, November 20, 2017

Saya Tadi Mau Ngapa Ya?

Judul di atas terlalu personal. Tidak cukup bagus dalam membentuk citra di dunia maya. Kesannya tidak profesional. Hahaha... Biar sajalah.

Saya punya alasan tersendiri tentang hal ini. Yaitu membebaskan diri dari hambatan-hambatan mental dalam menulis. Sehingga ketika pikiran memunculkan kalimat atau kata yang mendorong atau mendesak untuk dituliskan maka jangan banyak mikir tuliskan saja dan jadikan judul postingan. Syaratnya : kalimat itu tidak mengundang kontroversi saja. Kalau kesannya bodoh tidak apa-apa.

thepapist.org


Kembali ke pertanyaan di atas, saya tadi mau melakukan apa ya di blog ini?

Pertanyaan ini hadir ketika saya telah selesai mengedit template blog khusus untuk menu di atas yang terdiri dari Membaca, Menulis, Aksi, Reaksi, Produk, Refleksi, Unduh, dan Tentang.

Saya cukup puas, namun tetap mempertimbangkan untuk diganti dengan nama kategori yang lebih hot

Setelah memutuskan rampung otak-atiknya saya merasa "kok bukan hal ini yang ingin saya lakukan?"

Saya belum dapat jawaban. 

Dan saya senang karena bertambah lagi tulisan di blog ini. 

Semoga semakin hari semakin meningkat dan panjang tulisan-tulisan saya. Dan berbobot. 

mengkhayal sedikit. 

Sabtu, Oktober 28, 2017

Kucing - Apakah Kau Suka Kucing?

Apakah kau suka kucing?

Ya aku suka kucing.

Apa yang menarik dari kucing?

Entahlah. Aku hanya menyukainya saja. Kata orang mereka kotor karena bulu-bulunya, tapi aku menyukai mengelus-elus bulu-bulu itu. Belum lagi ketika melihat matanya, terutama, saat mata kucing itu melebar, membulat, dan pupil matanya seratus persen hitam, karena melihat makanan yang akan aku berikan atau melihat mangsa seperti tikus, kupu-kupu, cicak atau kadal. Dan melebar saat bermain dengan kucing lain atau berkelahi. Belum lagi kombinasi antara mulut dengan kumis yang panjang. Aku sangat menyukai kucing.

Senin, Oktober 02, 2017

Menulis Apalagi Ya

Aku tuliskan saja jadi tulisan judul di atas yang merupakan isi otakku saat melihat dashboard blog ini. Menandakan diriku bingung ingin menulis apa. Gairah menulis ada, namun topiknya kosong dalam kepalaku. 

Bagus juga efeknya. Aku dapat menuliskannya di sini. Dan aku juga bingung, enak yang mana penggunaan saya atau aku dalam menulis?

Kita gunakan secara berganti-ganti saja. Senyaman-nyaman saja. 

Sabtu, September 30, 2017

Hahahaha... Apa sih ketawa itu?

Ketawa atau tertawa, kira-kira mana yang tepat menurut EYD?

Menurutku apa sih tertawa itu?

Tertawa adalah gerakan membuka mulut seperti tersenyum yang terlihat giginya namun lebih lebar baik ke samping maupun ke atas disertai dengan suara khas hahaha. Biasanya terjadi secara spontan karena mendengar atau melihat hal yang dianggap lucu.

Tertawa adalah kegiatan membahagiakan. Ada lho yang dinamakan terapi tertawa.

Kemarin malam aku tertawa terbahak-bahak mendengar ceramahnya Emha Ainun Najib.