Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 14, 2020

Refleksi Kegiatan Membaca

Bagaimanakah hasil dari hobi membacaku selama ini? Apakah memuaskan atau perlu sedikit usaha lagi?

Inilah yang menjadi pertanyaan yang bergejolak dalam pikiranku. Aku bertanya pada diriku sendiri apa efek dari membaca yang aku rasakan? 

Saat sekolah dulu kegiatan membaca bagiku dapat memberikan manfaat yang dapat diukur dengan perolehan nilai raport saat ujian. Penyelesaian tugas-tugas dari guru. 

Sekarang, membaca tetap ia berfungsi dengan saat kita sekolah, hanya saja nilai raport dan tugas-tugas itu berbeda saja bentuknya. Dan tolok ukur keberhasilan dari kegiatan membaca pun ditentukan oleh diri kita sendiri. Misalnya saja, dalam pembuatan artikel di blog, untuk menghasilkan artikel yang bagus kita bisa melihat dari jumlah pembaca artikel. Nah, mengetahui cara menulis artikel yang dibaca oleh banyak pembaca tentu kita akan mencari ilmunya biasanya dengan membaca baik sumber artikel gratis atau lebih komprehensif dengan ebook panduan menulis artikel. Dan kita pun dapat ilmu secara teori, praktik, menulis, menerbitkan di blog, dan membagi artikel di media sosial. Hasilnya mungkin banyak pembaca atau hanya puluhan view saja. Kita bisa menilai sendiri efek dari kegiatan membaca kita itu.

Atau mungkin kita dapat masalah di komputer kita, misalnya saja, keyboard kita error, bagaimanakah mengatasinya? Kita search lewat google, membacanya atau mungkin menonton video. Menerapkan solusi yang kita temukan dan simsalabim, keyboard kita kembali berfungsi normal. 

Ya kegiatan membaca dengan dua contoh di atas sungguh sangat menyenangkan, diriku banyak sekali merasakan manfaatnya. 

Nah, seringkali aku ingin suatu target atau goal atau cita-cita yang sedikit lebih besar. Misalnya, saja menulis buku, alat utama jelas membaca. Baik berupa buku atau kehidupan sehari-hari, menuangkannya dalam bentuk tulisan. Namun, karena belum berhasil, selalu saja ada rasa sedih, dan merasa bahwa diriku tidak bisa menulis dan hobi membaca tidak berguna. Iya, aku akui pikiran-pikiran semacam itu sering muncul. 

Padahal, mungkin saja aku kurang menerapkan strategi yang tepat. Atau aku terlalu bercimpung dalam ketakutan, kekhawatiran, rasa minder, dan rasa-rasa negatif lain. 

Oke ah. segitu dulu. Meski tidak 500 kata. 

Kamis, April 26, 2018

Cegah Bodoh

Teramat bodoh jika membunuh diri sendiri. Dengan berbagai cara sebaiknya orang tidak menyusahkan diri sendiri.

Tapi itulah manusia, dengan anugerah yang diberi Tuhan, manusia dapat membentuk manfaat, dan juga dapat menghancurkan diri sendiri.

Keputusan manusia membawanya pada konsekuensi yang harus dijalani atau ditanggung oleh dirinya sendiri. Keputusan seorang manusia berpengaruh pada manusia lain. Fungsi musyawarah dapat dilihat sangat berguna untuk mencegah keputusan yang melukai diri sendiri.

Jumat, November 24, 2017

Kakehan Mikir

Kakehan mikir tidak bagus bagi tubuh dan spiritual. Dan tidak baik pula bagi kehidupan sosial, roman, pendidikan, kerja, dst.

Bukan berarti berpikir (mikir) itu hal yang tidak baik. "Kakehan-nya atau kebanyakan-nya" yang tidak baik. Kakehan mikir membebani tubuh, sehingga akan memicu malas bergerak, lupa daratan.

Oleh sebab, itu jangan kakehan mikir.

pinterest.com

Selasa, November 21, 2017

Kasihan Banget, Cuma Gitu Doang Bisanya

Mengkritik diri sendiri adalah fakta yang nyata. Setidaknya bagi diriku. Judul di atas pun merupakan kalimat kritik pedas dan sangat tidak membangun. Bikin patah semangat. Dan ironisnya, aku sendiri yang melakukannya.



Mengatasinya pun, akhirnya, adalah usaha yang harus aku lakukan sendiri. Kalau mau sehat, salah satunya adalah berolahraga, bukankah kita tidak bisa mendelegasikan kegiatan melelahkan itu pada orang lain, kan?

Bagaimana aku mengatasinya? Aku memiliki beberapa cara yang mungkin bekerja sebagai berikut :

Cara pertama, mengamati sejenak kritikan yang hadir dalam kepala sendiri itu tanpa terpengaruh, tidak diambil hati.

Cara kedua, tekun melakukan hal yang dikritik. Kuping badak harus dalam mode online. Jika, kritikan datang sembari kita bekerja terapkan cara pertama.

Cara ketiga, mengajak dialog bagian diri yang suka mengkritik ini. Bagian kritik ini memiliki banyak informasi yang kadang-kadang cukup mengejutkan. Dan bagian kritik, sebenarnya, memiliki tujuan positif agar kita tetap dijalur ideal, dan dapat menuju ke arah yang tepat, atau juga tujuan lain yang menghalangi kita dari kerugian. Dengan mengajak dialog kita dapat mempertimbangkan informasi dan mengetahui tujuan dibalik kritikan, serta kita dapat mengajukan kesepakatan-kesepakatan bersama sehingga kritikan lebih mendukung pada usaha yang sedang kita jalankan. Dialog ini dapat dilakukan dengan cara menuliskannya dalam format tanya jawab. Melalui imajinasi pikiran seolah-olah kita sedang berbicara dengan orang bernama Kritik.

Begitulah beberapa cara mengatasi kritik yang berasal dari dalam diri. Kritik menciptakan keraguan-keraguan dan selama kita hidup kera

Senin, November 20, 2017

Saya Tadi Mau Ngapa Ya?

Judul di atas terlalu personal. Tidak cukup bagus dalam membentuk citra di dunia maya. Kesannya tidak profesional. Hahaha... Biar sajalah.

Saya punya alasan tersendiri tentang hal ini. Yaitu membebaskan diri dari hambatan-hambatan mental dalam menulis. Sehingga ketika pikiran memunculkan kalimat atau kata yang mendorong atau mendesak untuk dituliskan maka jangan banyak mikir tuliskan saja dan jadikan judul postingan. Syaratnya : kalimat itu tidak mengundang kontroversi saja. Kalau kesannya bodoh tidak apa-apa.

thepapist.org


Kembali ke pertanyaan di atas, saya tadi mau melakukan apa ya di blog ini?

Pertanyaan ini hadir ketika saya telah selesai mengedit template blog khusus untuk menu di atas yang terdiri dari Membaca, Menulis, Aksi, Reaksi, Produk, Refleksi, Unduh, dan Tentang.

Saya cukup puas, namun tetap mempertimbangkan untuk diganti dengan nama kategori yang lebih hot

Setelah memutuskan rampung otak-atiknya saya merasa "kok bukan hal ini yang ingin saya lakukan?"

Saya belum dapat jawaban. 

Dan saya senang karena bertambah lagi tulisan di blog ini. 

Semoga semakin hari semakin meningkat dan panjang tulisan-tulisan saya. Dan berbobot. 

mengkhayal sedikit. 

Sabtu, November 04, 2017

Ya Itu-itu Saja

Melihat sampul buku yang bergambar keren dengan judul yang unik dan terdengar wah seringkali mendorong diriku untuk punya buku itu. Aku akan tetap terbayang-bayang buku itu jika belum memilikinya, walaupun topiknya mungkin sama dengan buku yang telah aku baca.

Setelah dapat bukunya. Membacanya dengan antusias. Nyatanya, hanya berkata "Cuma gitu aja" atau "Ah sama saja dengan buku A, malah kalah lengkap" atau "Hmm... ternyata, semuanya memang gitu-gitu saja, tak ada yang baru", dan semacamnya. Gumaman-gumaman ini bukanlah mengatakan bahwa isi bukunya jelek tapi hanya ekspresi otomatis karena mengetahui sesuatu yang sebenarnya sudah aku ketahui. Malahan, aku sering mendapat pemahaman yang lebih luas dan juga penegasan terhadap pemahaman topik yang sama.

Tidak sekali dua kali, namun berkali-kali terjadi, karena lewat internet kita dapat buku-buku yang banyak. Bahasa Inggris tapi. hehehe...

Aku jadi memahami mengapa setiap produk baik jasa maupun barang selalu memberikan desain yang menarik dan kata-kata yang indah. Semua itu dilakukan agar mengaktifkan emosi yang mendorong kita untuk membeli. 

Senin, Oktober 30, 2017

Mengotori Tangan

Pada akhirnya yang benar-benar akan menghasilkan adalah seberapa konsisten orang mau mengotori tangannya. Kata iklan, "Berani kotor itu Baik". Jika seorang guru ingin menghasilkan murid-murid yang cemerlang, nilai bagus, sukses dalam ujian, menjadi juara dalam lomba-lomba, dan mampu membimbing murid-murid menemukan tujuan-tujuan hidup mereka maka seorang guru harus mau memeras pikiran dan badan untuk merancang pembelajaran yang menarik, segar setiap pertemuan, dan mengajarkan dengan cara yang tidak membosankan, unik, dan kreatif.

Jika seseorang ingin menulis buku maka ia harus menulis setiap waktunya menulis dari rancangan tulisan yang telah atau sedang dirancang.

Jika seseorang ingin jadi artis terkenal maka berlatih menyanyi, akting, dan menjalin pertemanan dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia artis.

Jika seseorang ingin jadi populer di media sosial maka ia harus sering menulis status dengan konten-konten yang bermanfaat ataupun kontroversial yang mengaktifkan sisi emosional manusia.

Begitu seterusnya.

Bohong sekali, ingin jadi pilot namun ongkang-ongkang tidak mau olahraga atau tidak mau berangkat sekolah.

Begitulah. Kata guruku, "Hasil tidak pernah membohongi usaha".

Sabtu, Oktober 28, 2017

Tentang Nasihat

Ada baiknya, jika kita sebagai manusia saling memberi nasihat. Tidak semua orang suka dengan nasihat. Namun, pada dasarnya semua orang suka nasihat. Karena setiap manusia punya masalahnya masing-masing yang kadang-kadang sulit diselesaikan tanpa bantuan orang lain.




Rabu, Oktober 11, 2017

Kesalahan Dalam Membaca

Membaca ternyata bisa salah. Bagaimana bisa? Tentu bisa. Bila membaca yang membutuhkan waktu tidak sedikit itu, tidak memiliki manfaat pada orang yang membaca alias pembaca. Dengan kata lain, ketika membaca tidak membawa manfaat maka ada suatu kesalahan dari kegiatan membaca itu.

Apa saja manfaat dari membaca? Manfaat membaca diantaranya adalah 1) Supaya pintar 2) Mempunyai informasi menyelesaikan masalah 3) Mempunyai informasi membuat suatu produk 4) Membuat otak semakin cemerlang, terasah, dan mampu menciptakan hal-hal yang baru 5) Penyegaran diri dari pekerjaan yang sibuk (dengan membaca novel) 6) Dan manfaat-manfaat lainnya sesuai kebutuhan pembaca.

Dari kegiatan membaca saya selama ini, saya belum merasakan manfaat yang besar. Oleh karena itu, saya merasa ada yang salah. Cara membaca saya kurang tepat. Dan ciri-ciri yang saya ketahui adalah 1) saya sulit menceritakan kembali buku yang saya baca, 2) Saya tidak mempraktikkan isi buku (jika buku itu berupa langkah, metode, atau cara)

Setidaknya dua itu ciri-ciri yang saya rasakan sebagai suatu kesalahan dalam membaca. Saya perlu melakukan sesuatu pada kegiatan membaca agar efektif dan merasakan manfaat nyata dari membaca. Langkah-langkah yang perlu saya lakukan adalah sebagai berikut : a) Saya sangat perlu meningkatkan kemampuan menceritakan kembali poin-poin penting yang saya dapatkan dari membaca buku, yaitu dengan melakukan resensi buku, b) Mempraktikkan langkah-langkah yang disarankan buku khusus buku nonfiksi. c) Membaca dan menerapkan teknik-teknik dari buku tentang membaca efektif.

Demikian.

Sepotong Kata Pengingat Bagi Diri

Jalan masih panjang. Kemanakah kau akan menuju?

Tiada hari tanpa usaha. Usaha yang keras dan juga cerdas.

Jangan lupa menabung. Jangan lupa menabur.

Hidup adalah hidup. Bergerak terus bergerak itu kehidupan.

Ragam cara berpendapatan. Yang ditekuni yang datang bergiliran.

Waktu adalah waktu. Manfaatkan sebaik-baiknya. Ingatlah Mati.


Senin, Oktober 02, 2017

Akhirnya Selesai Juga

"Akhirnya selesai juga". Kebanyakan kita akan berkata semacam kalimat di dalam judul postingan ini, ketika kita sudah menyelesaikan tugas dan kewajiban. Baik besar atau kecil. Baik proyek pendek atau panjang.

Kalimat itu bagiku sangat menenangkan. Juga menandai akan suatu keberhasilan dari usaha yang kita lakukan.

Begitu.

Aku Suka

Aku suka kucing. Aku suka mengelus-elus bulu kucing. Aku suka menggendong kucing. Dan aku suka menirukan suara kucing.

Aku suka apalagi ya. Aku suka membaca status di Facebook meskipun sangat jarang menulis status baru. Aku suka grup musik Debu.

Aku suka berpikir. Hanya saja cara berpikirnya masih kacau, kabur, atau tidak jernih. Kalau pikiranku jernih maka tulisan-tulisanku lebih banyak dan lebih berbobot dengan topik-topik yang lebih luas.

Aku suka menulis diari. Yang satu ini aku sangat bangga. Hahaha... Kapan ya pertama kali aku menulis diari? Mulai tahun 2010 seingatku. Lumayan tebal. Meskipun topik dan kata-katanya itu-itu saja, seputar keluhan-keluhan.

Demikian sedikit yang aku suka. Sebenarnya masih banyak. Misalnya, aku suka bakso. Namun untuk kali ini segitu dulu.